WUJUDKAN SEKAAN ERA BARU

Artikel

BINTEK TARI REJANG RENTENG UNTUK PKK DESA SEKAAN

20 November 2019 08:38:34  Ni Wayan Ani Asih  193 Kali Dibaca  Berita Desa

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang seni tari rejang renteng , merealisasikan program kerja Pemerintah Desa Sekaan,mengadakan kegiatan  pelatihan bintek seni tari rejang renteng untuk PKK Desa Sekaan. Dalam acara bintek ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli yakni Ni Wayan Nova Jayanti, S.Sn diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sekaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Wantilan Desa Sekaan pada Rabu (13/11) dimulai pukul 10.00 Wita.

Dalam bintek tari rejang renteng ini, membahas tentang Filosofi Kostum dan Gerakan Tari Rejang Renteng  oleh Ida Ayu Made Diastini, SST.,Si dimana dijelaskan secara singkat cikal bakal Tari Rejang Renteng terinspirasi dari Tari Renteng yang merupakan tari sakral yang sangat tua di Banjar Adat Saren, Desa Pekraman Mujaning Tembeling, Desa Dinas Batumadeg, Dusun Saren Satu, Nusa Gede. Tari Renteng berasal dari kata “Renteng”  yang artinya (Renta atau tua).Sejarah Tari Rejang Renteng yakni pada tahun 1999, tarian ini berhasil dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dalam upaya pemerintah melestarikan tarian langka. Maka dari itu Rejang Renteng sendiri merupakan pengembangan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali pada tahun 1999 yang terinspirasi dari tari Rejang yang ada di Desa Adat Saren, Nusa Gede, Nusa Penida. Berbicara masalah tarian Renteng maka kita tidak bisa lepas dari sisi kostum atau busana Renteng yang sangat sederhana yaitu 1. Kebaya putih polos lengan panjang memakai kutu baru, 2. Selendang kuning, 3. Kain cepuk tenunan kuning, 4. Menggunakan tapih putih, 5. Pusung tagel, 6. Sasakan polos, 7. Menggunakan bunga jepun putih Bali, 7. Subeng yang sederhana. Gerakan Tari Rejang Renteng sangat sederhana mengalun dan berulang-ulang.

Diadakannya Bintek Tari Rejang Renteng untuk PKK Desa Sekaan bertujuan agar ibu-ibu PKK memahami Tari Rejang Renteng. Karena Rejang Renteng  yang memang sudah ada di masing-masing desa di Bali (tradisi) harus dilestarikan dan juga dipertahankan, dan Tari Rejang Renteng  pada setiap upacara agama(piodalan) agar tetap ditarikan. Dengan adanya Rejang Renteng, ibu-ibu mempunyai kegiatan yang positif yaitu ngayah menari, yang sebelumnya tidak pernah menari menjadi senang menari. Dengan adanya Rejang Renteng juga ibu-ibu dapat berkumpul dan menari sekaligus menghibur diri.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Wilayah Desa

Peta Desa

hubungi kami

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Aparatur Desa

Back Next

Sinergi Program

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Penduduk

Info Media Sosial

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:72
    Kemarin:193
    Total Pengunjung:77.698
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.236.51.151
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

24 Agustus 2018 | 9.276 Kali
Visi dan Misi
26 Agustus 2018 | 9.276 Kali
Sejarah Desa
04 November 2019 | 9.243 Kali
Kontak
30 April 2014 | 9.226 Kali
LPM
30 April 2014 | 9.226 Kali
BPD (Badan Permusyawaratan Desa)
07 November 2014 | 9.226 Kali
Pemerintahan Desa
24 Agustus 2018 | 9.224 Kali
Pemerintah Desa
16 Juni 2021 | 87 Kali
Musdes Penetapan RPJMDes
15 Juli 2020 | 95 Kali
REALISASI DANA DESA TAHUN 2020
01 Oktober 2020 | 96 Kali
PENYALURAN BLT-DD TAHAP VI
15 September 2021 | 44 Kali
penyaluran BLT DD tahap 9
10 November 2020 | 95 Kali
PENYALURAN BLT-DD TAHAP VII
19 Februari 2021 | 82 Kali
APBDes tahun anggaran 2021
29 Maret 2019 | 90 Kali
KEGIATAN JUMAT BERSIH PERBEKEL SEKAAN